Lambat


2 Petrus 3:9
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian.

Jika ada kontes tentang sifat baik yang terpopuler, saya menduga bahwa “paling cepat” akan mengalahkan “paling baik”. Banyak tempat di dunia tampaknya terobsesi dengan kecepatan. Namun, kesukaan “bertindak cepat” tidak selalu menyebabkan adanya kemajuan yang cepat.

“Tiba saatnya menghadapi obsesi kita yang ingin mengerjakan segala sesuatu dengan lebih cepat,” kata Carl Honore dalam bukunya In Praise of Slowness (Memuja Kelambatan). “Kecepatan tidak selalu menjadi kebijakan terbaik.”

Menurut Alkitab, Honore benar. Petrus mengingatkan bahwa di hari-hari terakhir, orang meragukan Allah karena tampaknya Dia lambat (“lalai”) menggenapi janji-Nya untuk datang kembali. Namun, Petrus menunjukkan bahwa yang tampaknya dianggap sebagai kelambatan ini merupakan hal yang baik. Allah sebenarnya sedang menunjukkan kesabaran-Nya dengan memberikan lebih banyak waktu bagi kita untuk bertobat (2 Petrus 3:9), dan juga sesuai dengan karakter-Nya sebagai Allah yang sabar atau lambat untuk marah (Keluaran 34:6).

Kita juga harus lambat untuk marah—dan lambat untuk berkata-kata (Yakobus 1:19). Menurut Yakobus, “kecepatan” hanya berlaku bagi telinga kita. Kita seharusnya lebih cepat mendengar. Pikirkan betapa banyak masalah yang dapat dihindari bila kita belajar mendengar—sungguh-sungguh mendengar, bukan hanya berhenti bicara—sebelum kita mulai berkata-kata.

Di antara ketergesaan kita untuk memenuhi tujuan dan tenggang waktu, marilah kita cepat untuk mendengar dan lambat untuk marah dan lambat untuk berkata-kata. —JAL/RBC Indonesia

Kecepatan tidak selalu menghasilkan sesuatu yang baik, kadang Anda perlu untuk melakukan sesuatu dengan lambat, seperti lambat untuk marah dan berkata-kata.

jawaban.com

Published in: on 4 Februari 2011 at 8:41 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

7 Tips Hidup Bahagia


Pertanyaan pertama yang perlu kita tanyakan pada diri kita adalah, apakah kebahagiaan itu sebenarnya? Kebahagiaan merupakan salah satu kata yang dapat mengandung begitu banyak hal yang berbeda tergantung pada pribadi yang menjawab pertanyaan itu. Kebahagiaan seseorang bisa jadi merupakan kesengsaraan bagi orang lain. Jadi berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menjalani hidup yang mengarah pada kebahagiaan.

1. Jangan Terlalu Lama Menghabiskan Waktu Untuk Merenungkan Apakah Kebahagiaan Itu Sebenarnya

Jalani kehidupan Anda pada saat ini. Jika Anda merasa ingin melakukan sesuatu yang radikal maka lakukanlah, sepanjang tidak melanggar hukum. Kita berada di bumi hanya untuk sesaat, jadi kita perlu melakukan sebanyak mungkin hal yang kita bisa.

2. Pastikan Anda Melakukan Apa Yang Anda Nikmati, Terlepas Dari Apa Yang Dipikirkan Orang lain

Saya tahu bahwa hal ini bisa menjadi sulit karena sebagian dari kita tidak suka dianggap aneh. Namun, jika ada acara televisi gila-gilaan yang Anda sukai atau Anda menyukai golf tapi tidak ada seorang pun yang Anda kenal menyukai hal itu, maka lakukan hal itu dan bersenang-senanglah.

3. Habiskan Waktu Dengan Teman-Teman Dekat Dan Keluarga

Menurut pendapat saya, tidak ada yang lebih istimewa daripada saat bertemu teman dekat dan keluarga. Berada di sekitar mereka yang Anda kasihi dan mengasihi Anda sangatlah penting. Ketika Anda patah semangat, mereka akan menghibur Anda dan ketika Anda sudah ceria, mereka membuat waktu terasa tiada akhir.

4. Belajar Bagaimana Menghadapi Kritik

Seringkali dalam hidup kita menerima beberapa bentuk kritikan, baik konstruktif maupun tidak, dan kita harus mampu menghadapinya tanpa memasukkannya ke dalam hati. Kritik konstruktif dapat membantu kita untuk bertumbuh dan berubah secara positif, dan bentuk lain dari kritik pasti akan terjadi karena setiap kita berbeda. Dalam kehidupan ini kita tidak dapat menyenangkan semua orang dan Anda perlu memikirkan hal ini.

5. Cobalah Sebanyak Mungkin Hal Yang Berbeda

Banyak dari kita yang tidak tahu apa yang membuat kita bahagia. Mungkin kita tahu sedikit, seperti beli baju baru atau bermain game, tetapi itu hanya satu atau dua hal. Dengan mencoba hal-hal yang baru Anda dapat mengembangkan berbaga hobi yang membuat Anda bahagia. Karena itu jika Anda tidak dapat melakukan hobi yang satu, Anda akan selalu memiliki hobi yang lain untuk berpaling.

6. Meluangkan Waktu Untuk Memikirkan Kebaikan Di Dalam Hidup Anda

Kita semua cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal buruk yang terjadi di dalam hidup kita, yang membuat kita merasa seolah-olah kebaikan tidak pernah terjadi. Luangkan waktu tambahan untuk memikirkan tentang semua kebaikan yang terjadi dalam hidup Anda, seperti orang-orang yang berarti dalam hidup Anda dan apa yang telah Anda capai.

7. Tetapkan Target Untuk Mencapai Tujuan

Tips ini merupakan salah satu yang cenderung saya pakai untuk diri saya sendiri. Menetapkan target yang dapat dicapai memungkinkan Anda untuk fokus dan ketika Anda mencapai tujuan Anda, Anda akan bahagia dengan diri Anda sendiri. Target ini dapat berupa target jangka panjang atau Anda dapat mengaturnya menjadi serangkaian target jangka pendek, yang akan lebih cepat untuk Anda capai.

Itulah 7 tips terbaik dalam kehidupan yang dapat membawa Anda kepada kebahagiaan. Tips nomor satu sangatlah penting karena orang seringkali menghabiskan banyak waktu untuk menganalisa apakah kebahagiaan itu sebenarnya dan merekapun kehilangan momen-momen yang berharga dalam hidup mereka.

jawaban.com

Published in: on 3 Februari 2011 at 11:54 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Di Kegelapan Malam


Ditengah kegelapan malam
kumendengar gemercik air yang masih menetes dari atap rumah dengan memberikan Ketenangan jiwa ketika bersentuhan dengan bumi
Seolah-olah sedang memainkan sebuah lagu didalam kegelapan

Ditengah kegelapan malam
Kumenatap cahaya lampu kota yang sombong dengan gedung yang begitu megah.
Seolah rintik hujan yang Engkau berikan menenggelamkan cahaya-cahaya kesombongan.
Jakarta ohhh Jakarta tolong ceritakan semua apa yang terjadi sepanjang hari ini kepadaku.

Ditengah kegelapan malam
Kumainkan jemariku untuk menekan keyboard tanpa makna kalimat yang jelas.
Diiringi angin dingin yang seolah menusuk tajam secara perlahan.
Dan kujadikan semua itu sebagai teman yang Engkau berikan didalam keheningan.

Ditengah kegelapan malam
Kumenatap ribuan bintang dengan sinarnya yang begitu indah.
Yang terus memberikan cahaya bagi semua orang di dunia ini.
Dan membuatku begitu kagum akan karyaMU yang begitu luar biasa.

maslandonal2002@yahoo.com

Published in: on 18 Januari 2011 at 1:16 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Catatan Pada Desktop


Pernah kamu menginginkan sebuah catatan kecil tetap berada didalam Desktop atau Laptopmu?

Sticker Lite adalah suatu catatan tempel yang dapat di download dari link berikut http://www.sticky-notes.net/ dan diberikan secara freeware untuk Windows. Begitu mudah dan gampang untuk menyimpan semua catatan kecil yang ada didalam pikiran Anda. Seperti; link web, alamat, nomor telepon, membuat daftar agenda, rencana tugas harian atau mengatur resep, dan informasi lainnya.

Selain merubah warna sesuai yang anda inginkan dapat juga mengganti background dari Sticker Lite dengan foto sahabat, pacar, istri, anak dan lain sebagainnya.

Nah’ daripada penasaran lebih baik segera mencobanya:-).

Published in: on 12 Januari 2011 at 5:13 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

KASIH IBU


Sewaktu kecil, saya sering sakit. Bersyukur, ibu saya selalu sigap
merawat. Jika panas tubuh saya tidak turun dalam sehari, Ibu pasti
segera membawa saya ke rumah sakit. Tidak mau membuang-buang waktu.

Beliau tidak mau saya terlambat mendapat pertolongan medis. Walau
sedang repot, atau tidak punya biaya untuk pengobatan di rumah
sakit, Ibu tidak putus asa. Apa pun akan ia lakukan demi anak yang
ia kasihi. Sampai setelah saya berkeluarga, Ibu masih menjadi orang
nomor satu yang datang ke rumah jika mendengar saya sakit.

Seperti wanita di Sunem yang mendapat berkat anak laki-laki setelah
lama menanti keturunan. Ketika sang anak semakin besar, si anak
tiba-tiba sakit hingga meninggal. Namun demikian, sang ibu tidak
menyerah. Bahkan, ketika sang suami mencegahnya menemui Nabi Elisa
untuk meminta pertolongan (ayat 23), sang ibu tidak goyah dan tetap
pergi (ayat 24). Apa pun akan ia lakukan supaya anaknya hidup.
Dengan kegigihan dan iman, sang ibu berhasil mendapatkan pertolongan
Nabi Elisa; anaknya kembali hidup.

Terkadang, sebagai anak, kita menyepelekan atau melupakan kasih ibu.
Padahal, kasih ibu adalah kehidupan bagi anaknya. Tanpa ibu yang
memberi diri untuk mengasuh dan mendidik, kita tidak akan ada
seperti saat ini. Kita memang mungkin tak dapat membalas kasih ibu
kita, tetapi kita tentu dapat melakukan hal-hal yang menyejukkan
hatinya. Lewat perhatian, sapaan, kunjungan, yang tentu melegakan
hatinya. Gunakan momen khusus di hari ini untuk mengingat segala
jasa Ibu dan menunjukkan penghargaan kita atas segala kasih yang
sudah diberikannya selama kita hidup. Dan, jangan tunda lagi! –GP

KASIH IBU TIDAK DAPAT DIBATASI OLEH APA PUN DAN AKAN
SELALU MENGALIR UNTUK ANAK-ANAKNYA HINGGA KAPAN PUN.

source: milis renungan

Published in: on 29 Desember 2010 at 12:34 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Ucapan Selamat Hari Natal dalam berbagai Bahasa.


Bila anda ingin mengucapkan Selamat Hari Natal kepada sahabat, keluarga, dan orang-orang terdekat anda, maka sebagai bahan kejutan tidak ada salahnya anda mengirim ucapan selamat natal yang terdiri dari berbagai bahasa yang ada pada tulisan dibawah ini.

A
Afrika: Gesëende Kersfees
Albania:Gezur Krislinjden
Arab: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Argentina: Feliz Navidad
Armenia: Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand

B
Belanda: Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar! atau Zalig Kerstfeast
Brazil: Boas Festas e Feliz Ano Novo
Bulgaria: Tchestita Koleda; Tchestito Rojdestvo Hristovo

C
Chile: Feliz Navidad
China: (Kanton) Gun Tso Sun Tan’Gung Haw Sun
China: (Mandarin) Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan
Columbia: Feliz Navidad y Próspero Año Nuevo
Czech: Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok

D
Denmark: Glædelig Jul

E
Eskimo: (inupik) Jutdlime pivdluarit ukiortame pivdluaritlo!

F
Filipina: Maligayan Pasko!

H
Hawai: Mele Kalikimaka
Hindi: Shub Naya Baras
Hungaria: Kellemes Karacsonyi unnepeket

I
Ibrani: Mo’adim Lesimkha. Chena tova
Indonesia: Selamat Hari Natal
Inggris: Merry Christmas
Iraq: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Irlandia: Nollaig Shona Dhuit, or Nodlaig mhaith chugnat
Italia: Buone Feste Natalizie
Islandia: Gledileg Jol

J
Jepang: Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto

K
Korea: Sung Tan Chuk Ha
Kroasia: Sretan Bozic

L
Latin: Natale hilare et Annum Faustum!
Lithuania: Linksmu Kaledu

M
Makedonia: Sreken Bozhik
Malaysia: Selamat Hari Natal

N
Norwegia: God Jul, or Gledelig Jul Papua
New Guinea: Bikpela hamamas blong dispela Krismas na Nupela yia
i go long yu

P
Pennsylvania German: En frehlicher Grischtdaag un en hallich Nei
Yaahr!
Peru: Feliz Navidad y un Venturoso Año Nuevo
Perancis: Joyeux Noel
Portugis:Feliz Natal

R
Rumania: Sarbatori vesele
Russia: Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva is Novim Godom

S
Serbia: Hristos se rodi
Slovakia: Sretan Bozic or Vesele vianoce
Serb-Kroasia: Sretam Bozic. Vesela Nova Godina
Spanyol: Feliz Navidad
Swedia: God Jul and (Och) Ett Gott Nytt År

T
Tagalog: Maligayamg Pasko. Masaganang Bagong Taon
Thailand: Sawadee Pee Mai
Turki: Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun

U
Ukrainia: Srozhdestvom Kristovym

V
Vietnam: Chung Mung Giang Sinh

W
Welsh: Nadolig Llawen

Y
Yugoslavia: Cestitamo Bozic
Yunani: Kala Christouyenna!

source: dari milis.

Published in: on 25 Desember 2010 at 10:47 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Nunga Loja Dagingkon


Tikki metmet uju sebelum sikkola sahat tu SMP iba, sai jotjot do diendeon inong naburju (almarhumah) sada ende, nga hohom be sude dibagasan borngin jala tikina laho modom nama. Sai niingot do ende on sahat tu sadarion. Ende na pendek alai mengandung arti na tung massai bagas situtu. Sada lagu sian buku ende na berjudul “Nunga Loja Dagingkon”

Rap mangendehon ma hita.

Naeng ma pitpit matangkon
O Tuhanku mata Mi
Dungo di podomanki

Sesa ma sasude
Na hubaen naso ture
Ai luhut na sala i
Di pature Jesuski

Dohot angka donganki
Sahat ma tu tangan Mi
Isi ni portibion
Jaga ma saborngin on

Angka na mardangol i
Dohot na marsahit i
Angkup ni natangis pe
Sai apuli ma sude

Published in: on 25 Desember 2010 at 2:59 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Obama & Bhinneka Tunggal Ika


Artikel dibawah ini saya copy paste dari milis atas seizin dari penulis.

Saya menarik untuk mempublishnya bukan semata-mata agar blog ini lebih berisi, dan bukan juga karena mengidolakan kepemimpinan dari figur seorang obama, bukan juga karena tidak mampu membuat atau menulis sebuah artikel walaupun hanya mampu menulis hingga beberapa paragraf saja:-).

Namun alasan utama saya untuk mempublish tulisan dari ybs ini adalah karena makna dari “Bhineka Tunggal Ika” begitu penting kita pahami didalam bermasyarakat dimanapun kita berada.

Dimuat pada Majalah Warta Politik, edisi Desember 2010

Obama dan Bhineka Tunggal Ika

Oleh Victor Silaen

Dalam pidatonya di Kampus Universitas Indonesia, Depok, 10 November lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama antara lain mengatakan, kalau bangsa AS punya semboyan “Unity in Diversity”, Indonesia punya “Bhineka Tunggal Ika”. Memang, sejak dulu orang AS bangga menjadi bangsa AS. Namun, kebanggaan itu tak berarti menafikan jatidiri asali yang terbawa dari nenek-moyang mereka — kaum imigran. Itu sebabnya, dalam percakapan perkenalan, mereka lazim menyebut diri sebagai ”Afro-American” atau “Mexican American” atau yang lainnya, tergantung dari mana nenek-moyang mereka berasal.

Meski jatidiri asali itu selalu disebut-sebut, pada kenyataannya bangsa AS tetap kokoh bersatu hingga kini. Padahal, pluralitas budaya masing-masing golongan masyarakat di Negeri Kaum Imigran itu diberi ruang yang cukup untuk berkembang. Beda dengan bangsa Indonesia, yang realitas masyarakatnya sangat pluralisik sejak dulu. Di sini, selain semboyan ”berbeda-beda tapi satu” itu, juga ada Pancasila yang menjadi landasan ideologis sekaligus memberi jaminan legalistik bagi keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di masyarakat. Namun, tak dapat disangkal bahwa ke-ika-an lebih ditekankan daripada ke-bhineka-an. Apalagi di era Orde Baru, yang pemerintahnya selalu mengimbau rakyat untuk tidak menyinggung-nyinggung soal SARA.

Dengan bergulirnya demokrasi, pasca Orde Baru, kebebasan pun terbuka lebar-lebar, termasuk untuk mempercakapkan pelbagai hal. Maka, soal SARA pun menyeruak tak malu-malu menjadi isu yang diperjuangkan secara politik. Kalau orientasi perjuangannya adalah kebenaran, keadilan dan kesejahteraan, mungkin kita patut mengapresiasinya. Namun patut disesalkan, orientasi perjuangan itu cenderung pada kekuasaan. Alih-alih menjadi alat, politik dipandang sebagai sekedar cara sekaligus arena untuk berkompetisi. Kekuasaan diraih untuk kepentingan kelompok sendiri dan dengan mengedepankan identitas SARA yang primordialistik, terutama suku dan agama.

Tak heran jika selama lebih dari satu dekade terakhir ini kesatuan-persatuan Indonesia terancam retak. Konflik demi konflik antarkelompok yang saling mengedepankan ego primordialistik masing-masing telah terjadi di sana-sini. Peristiwa demi peristiwa kekerasan oleh kelompok yang satu terhadap kelompok yang lain hanya karena suku maupun agama yang berbeda pun hampir-hampir tak terhitung banyaknya. Memang, bangsa ini masih tetap satu, tapi tak lagi solid, karena kebhinekaannya telah terkoyak di sana-sini.

Maka, jangan heran jika hari-hari ini banyak orang yang lebih menyesali demokratisasi dalam pelbagai aspek kehidupan daripada mensyukurinya. Demokrasi dianggap identik dengan ketidaktertiban, ketidaksantunan, ketidakadilan dan yang semacamnya. Padahal, demokrasi sama sekali tak ada kaitannya dengan itu semua. Sebab, demokrasi justru merupakan reformasi peradaban masyarakat yang bertumpu pada rasionalitas dan moralitas.

Tetapi, seiring demokrasi, mengapa integrasi republik ini justru kian rapuh? Beberapa kemungkinan ini dapat dikemukakan sebagai jawabannya. Pertama, adanya rongrongan dari pihak-pihak tertentu yang berniat menggantikan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Mereka tak sadar bahwa Pancasila telah membuktikan dirinya mampu menjadi perekat bangsa di masa lalu dan masa kini untuk tetap bersatu. Di masa depan, jika Pancasila diganti, maka bukan potensi disintegrasi yang menjadi masalah, melainkan Indonesia yang bukan lagi Indonesia. Inilah yang tidak mereka pahami.

Kedua, boleh jadi niat mencari alternatif dasar negara dan ideologi bangsa itu didorong oleh semangat kebebasan yang bertumbuh subur di era demokrasi ini. Namun, kebebasan tanpa diimbangi rasionalitas dan moralitas bukanlah demokrasi. Sebab, demokrasi tidak eksis di ruang hampa atau di hutan belantara. Ia ada di masyarakat, di tengah kita semua. Itu berarti kebebasan bukan saja harus mengindahkan, tetapi juga menghormati kesepakatan-kesepakatan hidup bernegara dan berbangsa yang telah terpatri menjadi hukum positif.

Terkait itu, Mahathir Mohamad dalam Achieving True Globalisation (2004), mengatakan demikian: “Democracy, at least at present, is the best form of governance, but by no means a perfect one. In democracy, one has the freedom. When democracy is misunderstood, however, and freedom misinterpreted, the result is anarchy.” Jadi jelaslah bahwa demokrasi tak relevan dengan anarki. Karena itulah demokrasi harus dihayati oleh individu-individu yang akal budinya telah akil-balik dan sadar akan sosiabilitasnya di tengah sesama yang beranekaragam.

Ketiga, adalah fakta bahwa pemerintah sendiri melakukan pembiaran terhadap gerakan-gerakan yang mengancam pluralisme. Kita patut berduka atas situasi dan kondisi Indonesia hari-hari ini yang kian tak ramah terhadap perbedaan. Toleransi nyaris mati. Padahal, sejak dulu Indonesia sangat heterogen, dan karenanya toleransi menjadi kebutuhan mutlak. Di era modern ini, di ruang-ruang publik manakah homogenitas absolut dapat kita temukan? Tak ada. Sebab, heterogenitas sudah merupakan keniscayaan hidup modern. Karena itulah, tak bisa tidak, kita harus belajar mengapresiasi kemajemukan dengan lapang-dada.

Begitulah sejatinya toleransi, yang berasal dari kata “tolerare” (bahasa Latin), yang meniscayakan sikap menghargai harus aktif dan dimulai dari diri sendiri. Jadi dengan toleransi, kita sendirilah yang harus memulai untuk menghargai orang lain. Tapi, ia tak berhenti di situ. Sebab, toleransi akan menjadi bermakna jika diikuti juga oleh pihak lain, sehingga sifatnya menjadi dua arah dan timbal-balik (resiprokal).

Banyak faktor yang menyebabkan kemampuan bertoleransi masyarakat kian melorot hari-hari ini. Sayangnya salah satu faktor tersebut justru agama, yang dihayati secara eksklusif sekaligus ekstrem. Bukankah sejak kecil umumnya kita diajar untuk tak perlu belajar mengenali kebenaran-kebenaran di dalam agama-agama lain? Alhasil, ketika dewasa, alih-alih bersahabat dengan mereka yang berbeda, kita cenderung bersikap curiga.

Di sinilah letaknya salah paham besar itu. Dengan tuntutan untuk bertoleransi, kita tak diminta untuk mengamini kebenaran-kebenaran yang diajarkan agama-agama lain. Jelas, agama yang satu dan agama yang lain tak sama. Bahkan di dalam agama yang satu saja terdapat banyak denominasi bukan? Dengan itu maka yang diperlukan adalah kesediaan untuk mengakui hak asasi orang lain dalam menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya. Selebihnya kita juga harus menghargai dan menghormati kebenaran-kebenaran yang mereka imani. Dengan begitulah kita niscaya mampu bertoleransi, juga berempati, terhadap sesama yang berbeda.

Kembali pada Obama, dalam pidatonya, ia antara lain mengatakan: “Meski negara masa kecil saya telah banyak berubah, beberapa hal yang saya pelajari tentang Indonesia ialah semangat toleransi yang tertanam dalam konstitusi. Ini terlihat pada keberadaan masjid, gereja, dan kuil yang berdiri bersebelahan satu dengan yang lain. Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan dalam kesatuan. Ini adalah dasar negara Indonesia yang dapat dijadikan contoh untuk dunia dan inilah kenapa Indonesia memegang peranan penting di abad ke-21.”

Ini tentu menjadi sentilan keras bagi kita sebagai pemilik Pancasila dan ”bhineka tunggal ika”. Alih-alih memuji, Obama justru menyindir, karena ia tahu bahwa Indonesia hari ini sudah berbeda. Indonesia kini adalah Indonesia yang tak lagi mengapresiasi kemajemukan. Rumah-rumah ibadah begitu mudahnya dirusak atau ditutup paksa. Kebebasan beribadah di sana-sini terancam. Begitupun kebebasan berkeyakinan bagi kelompok tertentu.

Dari mana Obama tahu hal itu? Pertama, ini era cyber space, yang membuat informasi begitu mudahnya diakses dari pelbagai sumber. Kedua, sebelum ia datang ke Indonesia, Kedutaan Besar AS di Indonesia sudah menyiapkan analisis situasi terkini tentang Indonesia. Seorang kawan saya, aktivis dialog antaragama dan perdamaian, bercerita bahwa ia dan beberapa aktivis lainnya telah diundang Dubes AS ke rumahnya, 3 November lalu, untuk makan siang sambil bercakap-cakap. Tak ada makan siang yang gratis bukan?

* Dosen FISIP Universitas Pelita Harapan.

Published in: on 16 Desember 2010 at 12:26 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Check out my Guestbook!


[slideguest id=2089670227126011007&w=400&h=300]

Published in: on 15 Desember 2010 at 11:55 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Pahamilah kalian wahai para staff


Bila  boss  tetap  pada  pendapatnya, itu  berarti  beliau  konsisten.

Bila  staf  tetap  pada  pendapatnya, itu  berarti  dia  keras  kepala !

Bila  boss  berubah-ubah  pendapat, itu  berarti  beliau  flexible.

Bila  staf  berubah-ubah  pendapat, itu  berarti  dia  plin-plan !

Bila  boss  bekerja  lambat, itu  berarti  beliau  teliti.

Bila  staf  bekerja  lambat itu  berarti  dia  tidak  ‘perform’ !

Bila  boss  bekerja  cepat, itu  berarti  beliau  ‘smart’.

Bila  staf  bekerja  cepat, itu  berarti  dia  terburu-buru !

Bila  boss  lambat  memutuskan, itu  berarti  beliau  hati-hati.

Bila  staf  lambat  memutuskan, itu  berarti  dia  ‘telmi’ !

Bila  boss  mengambil  keputusan  cepat, itu  berarti  beliau  berani  mengambil  keputusan.

Bila  staf  mengambil  keputusan  cepat, itu  berarti  dia  gegabah !

Bila  boss  terlalu  berani  ambil  resiko, itu  berarti  beliau  risk-taking.

Bila  staf  terlalu  berani  ambil  resiko, itu  berarti  dia  sembrono !

Bila  boss  tidak  berani  ambil  resiko, itu  berarti  beliau  ‘prudent’.

Bila  staf  tidak  berani  ambil  resiko, itu  berarti  dia  tidak  berjiwa  bisnis !

Bila  boss  mem-by-pass  prosedur, itu  berarti  beliau  proaktif-inovatif.

Bila  staf  mem-by-pass  prosedur, itu  berarti  dia  melanggar  aturan !

Bila  boss  curiga  terhadap  mitra  bisnis, itu  berarti  beliau  waspada.

Bila  staf  curiga  terhadap  mitra  bisnis, itu  berarti  dia  negative  thinking !

Bila  boss  menyatakan  :  ”  Sulit  ” itu  berarti  beliau  prediktif-antisipatif.

Bila  staf  menyatakan  :  ”  Sulit  ” itu  berarti  dia  pesimistik  !

Bila  boss  menyatakan  :  ”  Mudah  ” itu  berarti  beliau  optimis.

Bila  staf  menyatakan  :  ”  Mudah  ” itu  berarti  dia  meremehkan  masalah !

Bila  boss  sering  keluar  kantor, itu  berarti  beliau  rajin  ke  customer

Bila  staf  sering  keluar  kantor, itu  berarti  dia  sering  kelayapan !

Bila  boss  sering  entertainment, itu  berarti  beliau  rajin  me-lobby  customer.

Bila  staf  sering  entertainment, itu  berarti  dia  menghamburkan  anggaran !

Bila  boss  tidak  pernah  entertainment, itu  berarti  beliau  berhemat.

Bila  staf  tidak  pernah  entertainment, itu  berarti  dia  tidak  bisa  me-lobby  customer !

Bila  boss  men-service  atasan, itu  berarti  beliau  me-lobby.

Bila  staf  men-service  atasan, itu  berarti  dia  menjilat !

Bila  boss  sering  tidak  masuk, itu  berarti  beliau  kecapaian  karena  kerja  keras.

Bila  staf  sering  tidak  masuk, itu  berarti  dia  pemalas !

Bila  boss  minta  fasilitas  mewah, itu  berarti  beliau  menjaga  citra  perusahaan.

Bila  staf  minta  fasilitas  standar, itu  berarti  dia  banyak  menuntut !

.  .  .  .  .  .  .  (masih  banyak  lagi)

Bila  boss  membuat  tulisan  seperti  ini, itu  berarti  beliau  humoris.

Bila  staf  membuat  tulisan  seperti  ini, itu  berarti  dia :

–  frustasi

–  iri  thd  karir  orang  lain

–  negative  thinking

–  provokasi

–  tidak  tahan  banting

–  barisan  sakit  hati

–  berpolitik  di  kantor

–  tidak  produktif

–  tidak  sesuai  dengan  budaya  perusahaan

–  de  el  el

 

sumber: dari milis

Published in: on 18 Oktober 2010 at 12:05 am  Comments (2)  
%d blogger menyukai ini: