Berkendara di jalan raya layaknya seperti berada diantara orang gila


“Sabar ada batasnya”, mungkin perumpamaan ini adalah yang paling tepat ketika saya berkendara dengan roda dua tadi sewaktu pulang dari tempat kerja. Meluncur tepat di jln satrio menuju kampung melayu kira-kira jam 19: 40, ketika roda dua yang saya kendarai bergabung dengan kendaraan yang lain ditengah kemacetan sebelum mall ambasador. Tiba-tiba, sepeda motor dari belakang menabrak roda belakang yang saya kendarai, prakkk!!! & hampir membuat saya oleh kiri hingga membuat pengendara sepeda motor disebelah kiri saya tertimpa, asli kaget benarrrr uiii, beruntung pada saat kejadian, saya menjaga jarak dengan kendaraan didepan kira-kira satu motor jaraknya, jika tidak, kemungkinan besar akan terjadi tabrakan beruntun.

Saya berhenti sebentar tanpa menepikan kendaraan sambil melirik dari spion, namun pengendara yang membonceng laki-laki besar tersebut tidak mau medahului sepeda motorku. Saya kembali melanjutkan perjalanan ditengah kemacetan, sekitar 3 menit kemudian sepeda motorku ditabrak dengan orang yang sama, kali ini lebih pelan namun cukup membuat hati ini gondok atas ulah pengendara tersebut, sambil mutar otak, sepeda motor saya jalankan secara pelan-pelan ditengah kemacetan lalulintas, apa salahku yah??? & kenapa juga pengendara itu tidak mau mendahului saya???.

Persis dilampu merah mall ambasador tabrakan yang ketiga dilancarkan dan dengan orang yang sama juga, ketika saya berhenti tepat pada zebra cross sambil memberikan waktu buat para pejalan kaki untuk menyebrang jalan. Wuihhh!!! benar-benar kaget, gondok & geram, pengen rasanya memberikan bogem kepada pengendara tersebut, bagaimana tidak gondok karena kekencangannya hampir sama dengan tabrakan yang pertama, jangan-jangan ini orang mabuk lagi??? ahhh sebodo amat, sama-sama makin nasi ini, harus saya tanyakan nih kepada ybs, Ketika sepeda motor saya miringkan dengan standard samping & berniat untuk menanyakan kepada ybs, tiba-tiba lampu hijau sudah menyala, & para pengendara sudah tat tet tot tat…tat tet tot…dari belakang.

Saya kembali menaiki sepeda motor & menarik gas begitu dalam dengan bermaksud mau memberikan ruang bagi ybs untuk mendahului, namun entah kenapa pengendara tersebut tidak mau mendahului saya & berusaha mengatur kecepatan dengan sepeda motorku walaupun jalur dari sebelah kanan cukup luas baginya untuk mendahului saya, saya tadinya mau menepi & berhenti sebentar agar ybs mendahului saya, tetapi ada keanehan, ybs tetap tidak mau mendahului, karena perasaan tidak tenang akhirnya motor saya rem mendadak dengan cara mengayun sepeda motor & pada saat yang bersamaan sepeda motornya terbentur dengan box motor saya, rasain loe dalam hati!!! dapat jatah juga loe tuh…saya mundurin sepeda motor sedikit agar persis berada disampingnya, hei’ maksud loe apa sih??? koq’ sampai tiga kali loe menabrak sepeda motorku!!! maksud loe apa sih sebenarnya??? loe lagi mabuk atau bukan sih???

Maaf’ ada lubang pak…hah!!!! lubang??? jangan mencari alasan yang mengada-ada loe yah??? saya perhatikan mulai tabrakan yang pertama hingga yang ketiga persis di zebra cross sana tidak ada lubang yang saya lalui dan loe selalu berada persis dibelakang saya. Hei’ loe jangan mencari gara-gara dijalanan yah??? Kalau loe lagi mabuk, jangan berkendara dong!!! berbahaya buat pengendara yang lain. Dia hanya diam & sepertinya tidak mau ngomong lagi, tadinya kalau masih melawan, pengan juga memberikan tamparan dengan tangan kiri ke helmnya, tetapi hati ini tidak tega karena melihat tampangnya yang hanya diam membisu, sementara orang yang dia bonceng, bertubuh tinggi besar serta berkumis tebal tidak ngomong sama sekali & anehnya
seolah mereka tidak merasa bersalah sama sekali.

Ditengah perbincangan tersebut, akhirnya satpam yang membantu lalu lintas didepan mall ambasador datang menghampiri kami, jalan pak-jalan pak, macet dibelakang tuh, sebentar dulu pak, ini ada orang mabuk & harus disadarkan dulu, sahut saya, karena dia sudah 3 kali menabrak saya, maaf pak, saya tidak sengaja katanya, Sudah jalan sana!!!, tidak sengaja tetapi loe membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, bentak saya,

Akhirnya ybs pun melanjutkan perjalanannya, setelah melihatnya jauh didepan, perjalanan pun saya lanjutkan kembali.

Published in: on 3 Maret 2011 at 10:26 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://mdpanjaitan.wordpress.com/2011/03/03/berkendara-di-jalan-raya-layaknya-seperti-berada-diantara-orang-gila/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: