Tegur Supir Jika Berkendara Dengan Seenaknya


Kita tahu, bahwa masalah Safety Riding bukan hanya menjadi tugas dari ATPM semata tetapi juga menjadi tugas dari para klub atau komunitas pengendara roda dua atau roda empat untuk selalu mengumandangkan SR senantiasa, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita secara bersama terutama buat para generasi penerus. Tentu, kita semua tidak menginginkan kematian yang sia-sia buat anak kita hanya karena perilaku yang tidak tertib dijalan raya.

Mesin pencabut nyawa sekarang sudah semakin parah dijalan raya, coba kita layangkan pemandangan pada setiap perempatan di kota Jakarta ini terutama ketika hujan turun,  setiap para pengendara berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan seakan-akan ingin secepat kilat sampai di tujuan. Coba kembali kita melihat para supir angkutan kota yang menurunkan penumpang dijalan raya dengan seenaknya, malah terkadang menurunkan penumpang pada tikungan.

Nah, Safety Riding itu untuk siapa sih???

Tentu untuk semua pemakai jalan, setiap orang yang lewat dijalan raya baik pengendara & juga pejalan kaki. Kesadara tertib berkendara dijalan raya sangat penting bagi seorang pemimpin, pemimpin itu adalah diri kita sendiri sebagai pengendara, pemimpin ketika kita membawa diri kita sendiri atau keluarga ketempat tujuan agar tiba dengan selamat, ketika pemimpin tidak bekendara dengan tertib & sabar tentu penumpang/keluarga yang dibawa akan dijemput oleh maut.

Mantap!  semoga hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah khususnya departemen pendidikan, kalau tidak sekarang kapan lagi pemerintah kita memberikan kepedulian untuk menekan angka kecelakaan dijalan raya.


http://oto.detik.com/read/2010/03/20/190212/1321930/640/kalau-perlu-ada-kurikulum-safety-riding-di-sekolah

Jakarta – Tingginya tingkat kecelakaan yang melibatkan remaja berumur di bawah 25 tahun menimbulkan banyak ke khawatiran. Pemerintah pun diminta untuk mengambil sikap.

Pemerintah diharapkan dapat mengajarkan dan mensosialisasikan masalah keamanan di jalan ke anak-anak dan remaja melalui berbagai cara salah satunya adalah membuatkan sebuah kurikulum khusus yang mengajarkan tenang safety riding.

“Pemerintah disini harus aktif dan kalau bisa embekali anak-anak dan remaja dengan edukasi road safety di sekolah-sekolah,” ujar Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu ketika berbincang dengan detikOto beberapa waktu lalu.

Pembelajaran formal itu menurut Jusri sangatlah penting untuk segera dilakukan agar sedini mungkin anak-anak dan remaja tahu apa yang harus mereka perhatikan dan lakukan di jalan agar dapat mengurangi tingkat kecelakaan.

Karena hingga kini Jusri mengakui kalau kemampuan pengendarai kendaraan entah itu motor dan mobil hanya di landasi oleh pengalaman tanpa adanya pengetahuan formal di kelas-kelas training.

“Itulah yang membuat mereka tidak bisa menjaga emosi dan kompetensi mengendarai kendaraan yang baik, benar dan aman pun juga termasuk minim,” pungkasnya.

Dengan masuknya pengetahuan tentang keamanan di jalan di kurikulum sekolah, Jusri mengharapkan, kecelakaan-kecelakaan yang melibatkan penghuni jalan berusia di bawah 25 tahun dapat dikurangi.

“Di samping itu, keluarga di rumah juga tidak cepat-cepat memperbolehkan seorang anak membawa kendaraan sendiri. Beri tahu mereka risiko apa saja yang ada di jalan dan bagaimana menghindarinya agar mereka bisa lebih berhati-hati,” jelas Jusri.

Tingginya tingkat kecelakaan di kalangan remaja semakin menjadi sorotan. Terlebih dalam beberapa bulan terakhir terjadi banyak sekali kecelakaan yang melibatkan remaja.

Bahkan beberapa diantaranya mendapat sorotan yang cukup besar seperti tabrakan mobil dengan kereta di perlintasan kereta api (KA) di Medan, Sumatera Utara yang terjadi hari ini.

Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi mobil Kijang Innova tersebut sedang asik menggunakan handphone. Nah Mobil Kijang Innova yang dikemudikan Egi Silvana,
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Atau sebuah Honda Jazz yang nyemplung ke kolam di Bundaran HI pada tiga hari lalu karena emosi yang tidak tertahan untuk melakukan kebut-kebutan liar, namun tanpa disertai skill balap yang mumpuni.

Untungnya tidak terdapat korban jiwa di kecelakaan itu dan semua penumpang Honda Jazz itu hanya mengalami luka-luka saja.

Dan yang paling naas adalah kecelakaan yang melibatkan 5 orang remaja dengan sebuah Toyota RAV4. Berdasarkan keterangan dari kepolisian, kendaraan itu melintas hingga ke kecepatan 120 km/jam dan langsung menikung tajam di Jl Rasuna Said.

“Keputusan, opini dan aksi ketika kita dewasa terpengaruh dari impresi dan masukan ketika kecil. Itulah mengapa pentingnya mengajari anak mengenai safety riding sejak kecil agar kecelakaan-kecelakaan seperti ini dapat semakin dikurangi,” paparnya.

Published in: on 20 Maret 2010 at 3:57 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://mdpanjaitan.wordpress.com/2010/03/20/tegur-supir-jika-berkendara-dengan-seenaknya/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: