Ucapan Mama Masih Terdengar


Hari demi hari tentu akan selalu datang silih berganti. Hari dimana orang-orang selalu mengalami berbagai perasaan, seperti perasaan: rasa gembira, haru, kesepian, marah, benci, dendam, berduka dan lain sebagainnya. Hari seperti tanggal hari ini beberapa tahun yang lalu saya dititipakan Tuhan kedunia ini melalui mama tercinta.


Hari dimana pada saat itu sukacita datang kepada bapak & ibu atas kelahiran saya. Hari seperti hari ini tidak berbeda jauh seperti hari-hari sebelumnya, dimana setiap orang selalu berjuang atas kerikil-kerikil tajam didalam setiap kehidupannya, Walaupun mama tercinta sudah tenang disisi Tuhan, namun suara & ucapan ulang tahun setiap tanggal 17 maret dari mama tidak pernah saya lupakan, yang selalu mengatakan seperti ini: selamat ulang tahun ma ate amang!!!! sai ditambai akka pancarian, jala ditambai Tuhan tontong akka bisuk di parngoluanmu, jala unang lupa ho mandok mauliate disude denggan ni basa_Na.

Pada bulan November minggu terakhir mama dirawat di RS Tarutung selama satu mingguan, tetapi karena perawatan disana kurang bagus mama tercinta minta pulang kerumah, selama 3 hari dirumah mama tercinta tetap diberikan perawatan oleh dokter.

Tetapi proses perawatan dirumah masih tetap tidak memberikan tanda-tanda kesembuhan atas penyakit lever & paru yang dialami mama, akhirnya, kami semua anak-anaknya sepakat untuk dibawa & dirawat di  RS Elizabeth Medan

Puji Tuhan selama hampir 4 hari di rawat, mama tercinta sudah mulai mencicipi makanan & minuman yang disediakan oleh pihak rumah sakit, berbeda sewaktu masih di rawat di RS Tarutun. Tentu  kesempatan ini juga tidak saya sia-siakan untuk bertemu dengan mama tercinta di RS Elizabeth Medan, Akhirnya saya putuskan mengambil cuti dari tempat kerja selama 5 hari, mulai dari tanggal  3 s/d tgl 7 Desember.

Begitu saya tiba di RS tsb, senyum manis sebagai senyum sambutan dari mama tercinta tidak ada sama sekali  kedatangan saya, mama tercinta hanya mengatakan hal ini; amangoi amang’ loja nai ho amang memereng-mereng au, sappe sundat ho karejo suang songoni dohot ibotom, adekmu, nang dohot abangmu, versi indonesianya kira-kira seperti ini: aduh anakku ini, capek benar kamu datang dari Jakarta hanya untuk melihat saya disini, adikmu yang perempuan, adekmu yang cowok dan juga abangmu sudah saya buat repot karena penyakit ini katanya.

Jangan ngomong begitu mama!!, sama sekali mama tidak bisa ngomong begitu, saya tau persis mama ngomong begitu karena terlalu sayang dan perhatian buat kami semua anak-anakmu, sudah bertahun-tahun mama telah memperjuangkan kami semua anak-anakmu & kini saatnya kami memberikan perhatian lebih kepada mama, sambil ngelap air mata mama yang menetes dengan tissue pada saat itu.

….amangoi amang tahe!!! Habis ma anon sude hepeng munai holan alani sahitton. Sambil mengucapkan kata persungutan (amangoi amang).. nanti habislah uang kalian hanya untuk pengobatan saya katannya. Kembali saya mengartikannya:-), mama mengucapkan hal itu karena tidak mau merepotkan semua anak-anaknya, walaupun kami semua tidak ada yang direpotkan atas penyakit mama tersebut.

Pada tanggal 7 Desember saya kembali ke Jakarta dengan perasaan begitu senang 7  tenang meninggalkam mama dikampung bersama bapa dan kedua adik disana, bagaimana tidak?? 2 hari saya berada dikampung, mama tercinta sudah makan & minum seperti orang sehat, & yang membuat saya begitu senang lagi, mama sudah bisa bangkit berdiri dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi demikian juga jalan ke teras rumah & pergi berjemur dihalaman rumah ketika sinar matahari pagi mulai menyinari desa Pansurnapitu.

Tetapi hampir dua minggu setelah berada di Jakarta penyakit mama kambuh lagi, puncaknya pada tanggal 20 Desember 2009 saya mendapatkan kabar dari kampung bahwa mama kembali mengalami drop bahkan  kesehatannya lebih buruk sebelum dirawat di RS Elizabeth Medan,.

Ketika saya nelepon ke kampung  mama sudah begitu kritis, bahkan untuk menyebutkan nama saya sendiri  sudah tidak jelas lagi, setiap hari mulai tanggal 21, 22, 23, 24 & 25 tidak henti-hentinya untuk menanyakan keadaan mama tercinta melalui telepon dikampung, bahkan ketika sebagian orang-orang tidur begitu nyenyak dikampung halaman saya selalu sempatkan menelepon untuk menanyakan keadaan mama, & yang saya dapatkan dari adik yang nerima telepon disana, mama hanya makan nasi 2 sendok itu juga susahnya minta ampun katanya.

Walaupun saya berdoa dengan sungguh-sungguh setiap hari meminta kesembuhan dari Tuhan agar penyakit mama diangkat & disembuhkan, tetapi dilain sisi hati kecil  mulai pasrah & ihklas atas panggilan_Nya akan datang juga sesuai dengan waktu_Nya kapan akan dipanggil.

Perasaan takut selalu menghantui setiap hari, takut karena saya belum siap disaat Tuhan memanggilnya, takut karena kehilangan mama & berbagai alasan lainnya, ketakutan itu selalu menghantui walaupun jam sudah menunjukkan jam 3 pagi tapi mata ini tetap tidak bisa dipejamkan.

Segala sesuatu selalu indah bagi orang percaya & segala sesuatu harus bisa diterima dengan lapang dada meskipun begitu berat untuk menerimannya secara manusiawi.

Sehari setelah natal 25 Desember, dimana orang-orang masih tetap merayakan natal, pada tanggal 26 Desember jam 18: 30 justru hari yang tepat Tuhan memanggil mama kesisi_Nya, Puji Tuhan, setelah berunding dengan bapak melalui telepon akhirnya mama diputuskan & dikebumikan tanggal 29 Desember 2009 & dengan pertolongan Kasih & Kemurahan Tuhan kami semua putra-putri, mantu dan cucu-cucunya memberikan penghormatan terakhir kepada mama tercinta dikampung padahal tiket pesawat pada saat itu begitu melambung dengan tinggi.

Walaupun ada 3 acara dikampung pada hari mama tercinta mau diantar ketempat peristirahatan sementara, 2 diantarannya melangsungkan acara pernikahan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan orang-orang atau saudara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mama tercinta, begitu heran & takjub, hal ini tentu karena mama tercinta semasa hidupnya selalu memberikan waktu untuk tetap bersosialisasi dengan para keluargan & tetangga-tetangga. Selain mama berjuang memberikan biaya hidup bagi kami semua anak-anaknya dengan hasil tenun ragidup, mama & bapak juga selalu menyempatkan waktu untuk menghadiri setiap undangan-undangan adat batak, baik di kampung halaman, Balige, Siantar,  Medan sekitarnya bahkan sampai ke kota Jakarta ini.

Semoga segala jerih payah & semangat mama menjadi suatu teladan bagi kami semua anak-anakmu didalam memperjuangkan cucu-cucumu untuk bisa mewujudkan cita-cita mereka kelak nantinya.

Betapa banyak pesan dan nasehat-nasehat mama tercinta buat kami semua anak-anaknya, salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah: “tidak perlu gengsi didalam melakukan pekerjaan & pekerjaan harus selalu dikerjakan dengan sungguh-sungguh  tanpa persungutan”.

Sakkap nian naeng leleng rap dohot oma na burju on, alai ndang sakkap ni jolma najadi, luhutna do Sakkap_Na.

Tuhan Yang Memberi & Tuhan Juga Yang Memanggil, Terpujilah Nama_Nya.

Selamat Jalan mama tercinta,  Saya yakin & percaya mama sudah begitu tenang di Sisi_Nya.

Published in: on 16 Maret 2010 at 6:27 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://mdpanjaitan.wordpress.com/2010/03/16/ucapan-mama-masih-terdengar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Holong ni Rohami marnatua tua i ate bere, ise ma goar mu tahe, anggo rupam huigot do.
    Molo au pasaribu parlapo i do na di toru ni dalan i.
    Abang ni si Mangunjur do ahu, di ingot ho do goarhu?
    Tabo ma tutu na mar omak i ate.

    • Songon ni majolo Tulang, asa adong jaha-2on…alana marsahit oma na ujui di RS Elisabeth Medan ni usahahon do ro ia ndung pe marsali2 ditano parserahan on.
      Ia goarhu ima: Maslan Donal Panjaitan.
      Apala donganhu satorban do Tulang si Mangunjur, jala br na pe sasikkola do dohot kedan di Jakarta Timur.
      Tulang si Dompak manang si Esron do hamuna? sattabi majolo parjolo ni ni goari.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: