Terburu-buru, Awas Maut Mengintai


Setiap kejadian atau musibah yang kita alami dalam kehidupan ini pasti selalu ada hikmah yang kita dapatkan, maka dengan alasan itu juga, penulis tidak malu-malu membagikan pengalamannnya dibawah ini:-).

Tepatnya tahun kemaren 2009, saya menjemput abang didaerah tanjung priok dengan tujuan ke bendungan hilir (rumah paman) karena ada acara jam 12: 00 disana, tiba dilokasi jemputan 10: 45 wib, sedikit sebel karena yang dijemput belum rapi untuk berangkat, sambil istirahat dengan secangkir kopi yang tidak begitu manis chanel demi chanel bolak-balik saya ganti untuk mendapatkan tontotan yang menghibur.
Akhirnya, setelah menunggu sekitar 45 menit, boncenger & tunggangan telah siap untuk bergabung dengan kendaraan yang lain di jalan raya, padahal suasana hati untuk berkendara masih kurang nyaman, karena takut terlambat tiba di bendungan hilir.

Dengan kecepatan 70 km/jam tak terasa sudah tiba di depan artha graha kelapa gading (flyover), pada saat itu tunggangan sedang dalam menurunin jembatan, namun ditengah jalan saya melihat pengendara roda dua berjalan begitu santai, sambil menghirup asap rokok dengan gaya clingak-clinguk seperti sedang mencari alamat, dia melirik ke sebalah kanan & tak lupa sesekali memandang ke sebelah kiri, saya berada diposisi belakang bagian kanan pengendara tersebut dan bersiap untuk mendahului namun karena ada truk disebelah kanan saya, akhirnya saya membunyikan klakson kepada pengendara roda dua tersebut, bukannya memberikan jalan bagi saya, namun dia kaget sambil ngerem, wuihh koq kaget sih?? padahal saya menggunakan klakson standard loh, akibat dari bunyi klakson tersebut tunggangan dia sedikit oleng atau melebar ke arah kanan, tanpa terhindarkan karena jarak sudah begitu dekat akhirnya ujung knalpot tunggangan dia pun tertabrak, dia berjalan lurus terussss tetapi sepeda motor saya malah oleng dan menabrak pembatas jembatan disebelah kiri, masih tetap bersyukur pada saat itu karena pejalan kaki disebelah kiri luput dari tabrakan tunggangan yang saya kendarai.

Begitu saya, boncenger & motor terlempar ke sebelah kiri tak lama kemudian sebuah motor suzuki dengan membonceng anaknya didepan lalu & istri dibelakangnya akhirnya menabrak saya yang lagi terbaring di aspal, walaupun tidak begitu sakit tetapi sempat membuat gondok, namun tidak tega karena melihat anaknya yang nangis duluan…tadinya sih mau marah-marah kepada pengendara tsb, namun niat itu saya urungkan karena melihat keadaan si anak yang sedikit shock walaupun tidak jatuh dari tunggangan.

Tak lama kemudian tunggangan didirikan dan dipinggirkan dibantu oleh pejalan kaki yang sedang lewat pada saat, setelah melihat kondisi tunggangan ada beberapa yang rusak, antara lain: 2 jari-jari velg depan  patah, spion kiri bengkok, demikian juga dengan footstep kiri sedikit  naik ke atas, knalpot tergores & dari tangki mengucur bensin, syukurlah pada saat itu saya menggunakan perlengkapan yang begitu komplit, tudung helm half face tergores & sarung tangan yang dilengkapi dengan besi protector terkikis hingga 1/3, wuihhh ngeri benar, coba kalau pada saat itu saya tidak menggunakan sarung tangan, tentu akan lain ceritanya:-) sedangkan boncenger (abang) mengalami goresan pada lengan tangan dan mengalami sedikit memar pada pergelangan kaki.

Note:
*Jangan pernah memaksakan berkendara apabila suasana hati sedang marah tidak nyaman.
*Gunakanlah selalu perlengkapan dengan komplit, jangan anggap sepele!!!
*Kecelakaan diakibatkan oleh dua hal: diri kita sendiri dan pengendara yang lain.

Suasana atau pola pikir yang salah tentu sangat mempengaruhi perjuangan anda dalam mencapai sesuatu, jadi sangat diperlukan pola pikir yang tenang didalam melakukan pekerjaan agar hasilnya berjalan dengan baik & benar, mindset atau pola pikir adalah seperangkat alat untuk membantu manusia mengatur otak dalam berpikir dan bekerja.

Published in: on 15 Maret 2010 at 11:13 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://mdpanjaitan.wordpress.com/2010/03/15/terburu-buru-awas-maut-mengintai/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: